GENERASI QUR’ANI
By : Hendra Muharom
(Jakarta, 28 Rabiul Akhir 1428 – 16 Mei 2007 )
05.15
Rasulullah SAW adalah pemimpin agung di jagad raya ini. Di dunia Barat, seorang ahli falak atau astronom dan juga ahli sejarah, Michael H. Heart, menempatkan utusan penyempurna akhlak ini pada urutan pertama dari 100 tokoh besar dunia yang memberikan pengaruh peradaban.
Sementara ulama meyakini dalam suatu riwayat, ketika Nabi sedang wukuf di Arafah pada hari jum’at tanggal 9 Dzul Hijjah tahun ke tujuh, turun wahyu terakhir sebagai petunjuk pamungkas menyempurnakan keseluruhan sistem Dinul Islam. Penggalan firman Allah dalam ayat terakhir itu adalah; “…pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” ( Q.S. Al-Maidah ; 3). Hal ini disampaikan Nabi dalam khutbahnya yang terakhir menjelang wafat. Setelah ayat ini turun, Nabi Muhammad SAW masih menjalani hidupnya 81 hari lagi.
Sejak hari itu, Islam telah sempurna dan siap menjadi pedoman hidup manusia di setiap zaman. Hal ini, Allah sendiri yang menjamin keaslian Al-Qur’an sebagai petunjuk yang tak lekang oleh waktu. “ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar – benar memeliharanya”(Q.S. Al-Hijir ; 9). Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian Al-Qur’an selama – lamanya.
Selepas Rasulullah SAW mangkat memenuhi panggilan-Nya, kader – kadernya yang Qur’ani siap melanjutkan risalahnya. Merekalah Al-Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar As-Shiddiq, Umar Ibnul Khattab, Utsman Bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Empat negarawan Islam ini telah menjadikan Al-Qur’an mengakar dalam kepemimpinannya mengurusi masalah umat. Kepemimpinan mereka menghadirkan keadilan dan kesejahteraan umat yang berlandaskan wahyu Allah. Keadilan yang berlandaskan sumber dari segala sumber hukum, Al-Qur’an. Kesejahteraan umat atas prinsip – prinsip Ilahi.
Empat sahabat sebagai generasi pengemban risalah ini, memang semuanya hidup bersama semasa Rasulullah SAW, maka tidak salah jika ada yang berpendapat, keberhasilan kepemimpinan mereka disebabkan ber-Uswah (teladan) kepada sosok yang dapat mereka lihat dan berinteraksi langsung. Tapi jangan lupakan, dalam generasi selanjutnya periode Daulah Bani Umayah yang berlangsung selama hampir 90 tahun (41-127 H), seorang Umar bin Abdul Aziz rahimahullah (99-101 H) menampilkan keagungan sistem keadilan Al-Quran dan mewujudkan kesejahteraan umat. Umar bin Abdul Aziz tidak hidup dan berinteraksi langsung semasa Rasullullah SAW, tapi mampu mewujudkan apa yang telah diwujudkan Nabi Muhammad SWA dan Al-Khulafaur Rasyidin, yakni keadilan dan kesejahteraan Qur’ani. Wallaahu a’lam bish-shawab.